berarak dari Kapela Biara ke Ruang Sidang
Provinsi Flores Bagian Timur
Eman Embu SVD
Hari ini, Minggu 9 November 2025, saudari-saudari kita, SSpS Provinsi Flores Bagian Timur memulai Kapitel Provinsi. Kapitel akan berlangsung sampai tanggal 15 November. Tema Kapitel ke-24: Transformasi profetik yang berakar pada spiritualitas Trinitaris menuju pembebasan holistik. Pater Ignas Ledot dan saya memimpin misa pembukaan Kapitel tersebut.
Ini adalah kapitel pertama yang dijalankan di Rumah Misi SSpS di Kewapante. Sebelumnya, kapitel-kapitel Provinsi dijalankan di rumah misi induk di Hokeng, Keuskupan Larantuka.
Pada pembukaan Kapitel, ada ajakan dari Ketua Kapitel, Sr. Thomasin Beding SSpS
untuk mengenangkan saudari-saudari, misionaris-misionaris pekerja pada jam
pertama. Juga, ada ajakan untuk mengenangkan dan mendoakan Sr. Nikolin Pajo SSpS
yang meninggal di Hokeng, korban bencana letusan gunung Lewotobi pada Minggu
malam, 3 November 2024.
***
Teks bacaan-bacaan suci yang dipilih
untuk menginspirasi Kapitel adalah Yehezkiel 37: 1-14 dan Lukas 4: 16-21
tentang manifesto misi Yesus. Yesus diutus oleh Bapa: "Untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang
miskin; untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,
dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang
tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang".
Pada pembukaan Kapitel, pada kapitularis
secara khusus berdoa memohon agar Roh Kudus sendiri yang membimbing Kapitel
ini. Lagu Veni Creator Spiritus dinyanyikan dengan khusyuk dan
penuh harapan.
St. Arnold Janssen, pendiri
tarekat-tarekat misi SVD, SSpS, SSpS-AP menyatakan bahwa Roh Kudus adalah rahmat terbesar dalam hidupnya.
Bagi Pater Arnold, Roh Kudus bukanlah
abstraksi teologis, melainkan sahabat pemberi hidup, pemberi kasih karunia.
Dengan Roh Kudus, ia bersatu erat dalam doa dan permohonan terus-menerus.
Roh Kudus membangkitkan rasa pengalaman berkomunitas. Arnold Janssen melaporkan
pengalaman khusus kasih karunia Roh Kudus ini kepada
misionaris di Tiongkok terkait Kapitel Jenderal pertama SVD (1885):
“Berdasarkan kasih karunia khusus Roh Kudus,
pertimbangan-pertimbangan kami ditandai oleh kesepahaman pandangan yang hampir
ajaib sehingga semua keputusan kami, dengan beberapa pengecualian yang
berkaitan dengan masalah-masalah yang lebih kecil, disahkan dengan suara bulat….”.
***
Transformasi dan profetisme sebagai
cara hidup dan karya misi untuk pembebasan yang menyeluruh hanya mungkin bila
seseorang sungguh mengalami Allah.
Dengan kata lain, tindakan profetis selalu lahir dari
kesatuan antara pengalaman akan Allah, karya Roh Kudus, dan daya Sabda. Segala
bentuk pembaruan hidup dan perutusan sejati yang berakar dalam pengalaman
pribadi dan pengalaman komunitas akan Allah Tritunggal.
Pengalaman akan Allah selalu bersifat mengubah atau transformatif. Barang
siapa sungguh mengenal dan mengalami Allah, ia tidak akan pernah menjadi orang
yang sama lagi. Dia diciptakan secara baru. Ia diubah oleh Allah yang dikenal
dan dialaminya.
Dengan demikian, transformasi sejati—transformasi yang
profetis—selalu dimulai dari dalam: Dari dalam hati manusia; dari kedalaman
relasi dengan Allah Tritunggal sendiri, dan dari dalam komunitas.
Pribadi yang mengalami Allah, tidak hidup untuk dirinya, melainkan hidup untuk misi; untuk pembebasan sesama secara menyeluruh. Komunitas yang mengalami Allah akan menjadi komunitas yang diutus. Komunitas tidak hanya memiliki misi; tetapi komunitas adalah misi.
Kiranya kita, samasaudara SVD di Provinsi Indonesia-Ende (IDE), mendoakan agar perjalanan Kapitel SSps ini menjadi perjalanan rahmat: Perjalanan untuk mengalami kembali Allah Tritunggal secara pribadi; perjalanan untuk mengalami Allah secara bersama sebagai satu komunitas misi.
Kita mengulangi kata-kata St. Arnold Janssen, kiranya "Kasih
Karunia Khusus dari Allah Roh Kudus" menyertai kapitel ini.
Akhirnya, Proficiat untuk semua anggota SSpS Provinsi Flores
bagian Timur; Proficiat untuk para kapitularis. Selamat berkapitel. Vivat Deus et Trinus in
Cordibus Nostris.***
