Posts

Showing posts from October, 2025
Image
  Foto: Samasaudara SVD  bersama Bapa  Firmus Batseran  dan istrinya Fiktoria Kelbulan,  serta putri mereka Faleria Batseran  (Selasa, 14 Oktober 2025) Catatan Visitasi (9), terakhir : Pater Eman Embu SVD Rumah, Kitab Suci,  dan Salib Kristus Lukisan St. Arnold Janssen  dan Josef Freinademetz Pada hari terakhir visitasi di Olilit Timur, Pulau Yamdena, bagian dari Kepulauan Tanimbar, Selasa 14 Oktober 2025, kami mampir di rumah bapak Boy dan Ibu Ria; lengkapnya, Firmus Batseran dan Fiktoria Kelbulan. Letak rumah itu tak jauh dari SMAK Olilit. Rumah ini menjadi bagian dari sejarah awal misi SVD di Olilit, Kepulauan Tanimbar. “Kita mampir di rumah Pak Boy dan Ibu Ria. Itu adalah rumah pertama tempat kami tinggal sebelum kami pindah ke rumah biara sekarang ini,” kata Pater Andre Koa. Pada dinding ruang depan rumah itu tergantung replikasi lukisan St. Arnold Janssen dan St. Josef Freinademetz. Ukuran lukisan tidak besar. Itu tak lain adalah lukisan kar...
Image
Foto bersama guru-guru Sekolah Misi,  Olilit Timur, 13 Oktober 2025 Catatan Visitasi (8): Pater Eman Embu SVD Sekolah Misi Awal yang sulit   Sabtu, 26 Juli 2025, dalam misa Pembukaan Tahun Sekolah Baru di SMA Katolik Syuradikara, saya menyapa dan menyampaikan selamat datang kepada 438 siswa baru. Malah jumlah siswa bisa lebih dari itu jika ruang belajar masih tersedia. Jumlah siswa di Sekolah Misi di Olilit tahun ini adalah 58 orang. Malah sebelumnya hanya 30an orang. Sangat kecil. Seperti bumi dengan langit jika dibandikan dengan jumlah siswa di Sekolah Misi di Ende. Apakah pada tahun 1953 ketika SMA Syuradikara didirikan, jumlah siswanya langsung ribuan? Tidak, pasti tidak! Syuradikara bertahun-tahun membangun reputasinya. Kini sekolah itu mendapat banyak kepercayaan yang ditandai dengan banyaknya jumlah siswa. Sekolah di Olilit Timur baru dirintis. Sudah pasti, untuk suatu sekolah misi yang masih baru banyak hal yang belum pasti. Dana kurang, fas...
Image
  Bersama keluarga dari  Pater Antonius Sarto Mitakda (SVD, alm.) Saumlaki, 14 Oktober 2025 Catatan Visitasi (7):  Pater Eman Embu SVD Keluarga Arnoldus,  Keluarga Misionaris Dalam visitasi di Distrik SVD Amboina, saya menyiapkan waktu untuk mengunjungi keluarga samasaudara kita. Kita sering meyebut mereka dengan istilah keluarga besar St. Arnold Janssen atau keluarga misionaris. Mengunjungi anggota keluarga adalah hal yang sangat lazim dalam masyarakat dan kebudayaan kita. Dengan kunjungan-kunjungan itu rasa sebagai suatu keluarga sungguh dialami dan ikatan kekeluargaan diperkuat.   Keluarga-keluarga telah mempersembahkan anak-anak mereka untuk misi melalui Serikat Sabda Allah. Kadang, itu adalah anak tunggal dalam keluarga. Mereka diutus oleh Serikat ke pelbagai Provinsi, Regio, dan Misi. Dengan mobilitas yang mudah dan cepat banyak anak tinggal jauh dengan orangtua mereka. Dan pada hari tua, para orang tua itu cukup sering sendirian di r...
Image
  Sukacita bersama umat  di halaman  Gereja St. Yohanes Penginjil,  Masohi,  25 September 2025 Catatan Visitasi (6): Pater Eman Embu SVD Animasi Misi  dan Rasa Identitas Dua tahun lalu, dalam Musyawarah Provinsi, ketika kita merancang perayaan Syukur 150 Tahun kelahiran SVD, diputuskan bahwa di Provinsi SVD Ende sedapat mungkin perayaan-perayan syukur tersebut dibuat di paroki-paroki atau di distrik-distrik dan komunitas-komunitas. Hal yang hendak dipastikan melalui ketetapan tersebut adalah bahwa banyak rekan kerja, sahabat, penderma misi kita ambil bagian dalam perayaan tersebut. Singkatnya, perayaan syukur ini hendaknya menjadi suatu perayaan syukur bersama umat. Di Disrtrik SVD Amboina perayaan syukur tersebut malah tidak hanya dirayakan di pusat paroki tetapi juga dirayakan di stasi-stasi dan disatukan dengan visitasi Provinsial ke stasi-stasi misi yang kita layani tersebut. Karena itu, perayaan satu setengah abad kelahiran SVD dan kesempatan visitasi ...
Image
Foto: Bersama Ko Dedy, dkk.  Tim yang mengantar kami dengan speed-boat dari Pulau Teor ke pelabuahan Kesui Catatan Visitasi (5)  Pater Eman Embu SVD  Para Rekan Kerja, Penderma,  dan Sahabat SVD Kerker, Kamis 9, Oktober 2025. Banyak umat mengantar kami ke Pantai. Pada pukul 09.55 kami meninggalkan Kerker, singgah di Pelabuhan Pulau Kesui, di Pelabuhan Gorom, Pelabuhan Geser, dan akan tiba besok pagi di Bula, ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur. Tadi malam Ko Dedy, nama lengkapnya Didimus Veerman, mengundang kami untuk makan malam di rumahnya di Rumoi, sekitar satu kilometer jaraknya dari pastoran. “Besok saya antar Pater ke Pelabuhan Kesui; pakai speedboat saya; ukurannya lebih besar, mesinya 40 PK. Speedboat yang antar Pater dari Karlomin ke Rumalusi hari Minggu lalu itu terlalu kecil,” kata Ko Dedy sesudah makan malam. Ko Dedy adalah bendahara Paroki Teor. Selain itu, ia adalah bendahara Panitia Pembangunan Gereja. Keluarga Ko Dedy adalah sal...
Image
Para pandai besi, kelompok usaha,  Stasi Kerker,  Kuasi Paroki Teor,  Keuskupan Amboina Catatan Visitasi (4): Pater Eman Embu SVD Kreativitas Paroki Misioner Kerker, Kuasi Paroki Teor, Rabu 8 Oktober 2025. Pagi ini kami mengunjungi kelompok pandai besi. Letak tempat kerja mereka tak jauh; tidak sampai lima menit jalan kaki dari gereja stasi. Di tempat usaha tersebut sekelompok umat membuat parang, tombak, pisau, pacul, dll. Menempa parang adalah kerajinan warga Teor yang diwariskan turun-temurun. Sejak bulan Mei lalu kelompok pandai besi tadi bekerja dalam kelompok di bawah supervisi Konrad Pati dan DPP Paroki. Konrad mengakses dana APP ( Aksi Puasa Pembangunan ) KWI untuk menjalankan proyek pastoral sosio-ekonomis ini. Kepada Panitia APP, Konrad menulis dalam proposalnya bahwa proyek tersebut mempunyai tiga tujuan. Satu , menyiapkan alat tani yang berkualitas.   Dua , melestarikan kerajinan tempa parang Teor. Tiga , menjadikan usaha tempa parang sebagai alternat...
Image
Foto: Pater Konrad Pati Sang  di atas Kapal Sabuk,  yang melayani warga di Perairan Laut Banda Catatan Visitasi (3) Pater Eman Embu SVD Misionaris Perintis:  Dari Wahai ke Teor Tanggal 30 September 2025, dalam perjalanan dengan mobil dari Masohi  ke Bula, saya  mampir di Pastoran Wahai; makan siang bersama Pastor Eric Mara; pastor paroki, imam Projo Keuskupan Amboina. “Ini adalah kesempatan langka. Tidak baik jika provinsial SVD hanya berjalan lewat, tak mampir dan makan siang di sini. Pastor Konrad Pati SVD yang memulai paroki ini,” kata Eric, seorang pastor muda yang ramah menerima tamu. Selain menyalami Eric dan makan siang bersama,  ini adalah kesempatan khusus untuk mengingat jejak misionaris Sabda Allah, Pater Konrad Pati. Dulu Wahai adalah satu stasi misi. Mulai tahun 2015, Konrad yang ditugaskan di Paroki Masohi langsung melayani dan tinggal di Wahai. Konrad merintis dan mengembangkan Wahai menjadi paroki pada tahun 2019. Ia me...
Image
 Foto: Bersama Pater Pius Lawe,  di Pelabuhan Kesui Pater Eman Embu SVD Catatan Visitasi (2): Misionaris Sabda Allah  di Pulau Kesui Dulu, stasi-stasi misi di Pulau Kesui, Teor, Geser, dan Gorom adalah bagian dari Paroki Masohi, satu-satunya paroki di Pulau Seram dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Yohanes Lobi SVD adalah misionaris Sabda Allah pertama yang berkarya di Paroki ini. Ia berangkat dari Ende menuju Masohi pada 11 Februari 1993, untuk menjadi pastor paroki menggatikan Pater Gerardus Esserey MSC. Sebelumnya, sesekali misonaris Sabda Allah yang sudah bekerja di Paroki Poka di kota Ambon datang melayani umat di stasi-stasi paroki ini, termasuk ke pulau-pulau. Nun jauh sebelumnya, misionaris Jesuit, Pater Cornelis Le Cocq d’Armandville, telah datang menanamkan benih Injil di pulau-pulau kecil ini. Untuk mengenangkan dia, pada tahun 1993, sebagai peringatan 100 tahun kehadiran Gereja di Pulau Kesui, umat paroki meletakkan patungnya di depan ...