Iman yang Hidup Dan Tanggap Bencana Waktu gempa besar pada tanggal 15 Agustus lalu terjadi, saya ada di Seminari Ledalero. Di kamar makan Unit Paulus, waktu makan siang, ada macam-macam cerita tentang usaha menyelamatkan diri. Juga ada cerita dari mereka yang terkurung dalam kamar. Tapi, ada juga saling mengolok, sejenis trauma healing dengan cara menertawakan diri sendiri. Ini adalah coping mechanism yang sehat. Ada yang mengolok bahwa orang-orang yang lari keluar dari kamar dan berusaha menyelamatkan diri adalah orang-orang yang kurang beriman. Tapi mereka yang lari menyelamatkan diri itu tak menyerah. Mereka mengatakan bahwa orang-orang yang tetap berada dalam kamar, tidak melarikan diri, adalah orang-orang yang mempunyai iman yang mati. Mengapa? Iman yang mati adalah iman tanpa perbuatan. Lari keluar dari kamar dan menyelamatkan diri adalah tanda iman yang hidup, yaitu iman dengan perbuatan. Perbuatannya adalah lari untuk menyelamatkan diri. Saya kira, baik yang tet...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
'Ami Noran' , 'Ami' Misionaris Sabda Allah Hari Misa Kaul Kekal 27 samasaudara kita di Seminari Ledalero hari ini, 15 Agustus 2026, diawali dengan gempa besar bermagnitudo 7,7, pada pukul 05.58 pagi. Orang-orang berusaha menyelamatkan diri. Perayaan yang sedianya diadakan di dalam Aula St. Thomas Aquinas, aula utama seminari, akhirnya dipindahkan ke halaman aula. Jam misa dipindahkan dari jam 08.30 ke jam 09.30. Di Maumere, orang mempunyai kebiasaan untuk meneriakkan seruan eksistensial pada saat terjadi gempa: “ ami noran!” , artinya “kami ada”! Pada tiap Misa Kaul kekal, Provinsial membacakan surat dari Superior Jenderal tentang penempatan pertama dari frater-frater yang berkaul kekal. Hampir pasti bahwa para frater tersebut tidak seumur hidup berkarya di suatu tempat. Selain tempat, mereka juga tidak mempunyai kepastian tentang perjalanan ziarah hidup mereka sebagai religius dan misionaris. Lalu apa yang pasti? Setidaknya ada dua yang pasti. Pertama ,...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
We are Missionaries In Memoriam Nicholas Joseph Strawn SVD (4) Kepulangan Pater Nicholas Joseph Strawn adalah pengalaman kehilangan sesudah satu sejarah panjang lebih dari satu abad. Tahun 1912, Takhta Suci menyerahkan wilayah misi Kepuluan Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara sekarang) kepada Serikat Sabda Allah. Pada tahun 1920, Misionaris SVD Bernard Bode, seorang misionaris perintis, tiba di Lembata, ia memulai misi di Lembata di kampung Lamalera. Kala itu, seluruh pulau ini adalah satu paroki. Dan satu-satunya pastor adalah Bernard Bode SVD. Sesudahnya, ada barisan panjang misionaris SVD Eropa dan Amerika yang datang dan melayani di wilayah ini. Kepulangan Pater Nicholas Joseph Strawn mengakhiri barisan panjang itu. Dia adalah misionaris SVD terakhir dari Eropa dan Amerika yang bekerja di Pulau Lembata. Pater Niko sendiri sudah mengantisipasi kepulangan dan kehilangan ini. Pada 14 Maret 2005, Pater Niko menulis kepada Provinsial SVD Ende, “Sungguh saya ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Megasihi Umat, Dikasihi Umat In Memoriam Nicholas Joseph Strawn, SVD (3) Hari Kamis, 21 Desember 2023, saya menjenguk Pater 'Niko' di Rumah Sakit Carolus Boromeus Kupang. Saya bermaksud mengajaknya pulang ke Rumah Simeon di Ledalero, tempat para misionaris purna tugas dan mereka yang sakit dirawat. Tapi, Pater Niko tak menyetujuinya. Dia mengatakan bahwa Lembata adalah rumahnya. Dia mau berada di tengah-tengah umat yang dikenal dan mengenalnya. Dia memilih untuk dirawat di Rumah Sakit Bukit Lewoleba. Kita berterima kasih kepada direktur dan semua staf medis Rumah Sakit Bukit Lewoleba yang sangat setia dan penuh kasih dalam merawat Pater Niko pada tahun-tahun terakhir hari tuanya. *** Cerita-cerita dan surat-suratnya menunjukkan kedekatan dan cinta yang mendalam kepada umat dan tanah misi Lembata ke mana dia diutus untuk mewartakan Injil; Kabar Gembira Keselamatan yang datang dari Allah. Dia secara tetap, berjalan kaki atau berkuda, mengunjungi um...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kepenuhan Hidup dalam Tuhan In memoriam Nicholas Joseph Strawn, SVD (2) Hari ini, 4 Agustus 2026, kita kehilangan seorang misionaris ulung, Pater Nicholas Strawn. Ia meninggal pada usia 91 tahun. Di bawah subjudul, Kepenuhan Hidup dalam Tuhan , dalam Konstitusi SVD No. 415, ditulis sebagai berikut: “ Pada saat kematian, kita melaksanakan penyerahan diri kita yang terakhir kepada Tuhan. Kita mati dalam persekutuan dengan Kristus, yang telah dimulai dengan pembaptisan, diteguhkan dengan profesi religius, ditumbuhkan dengan Perayaan Ekaristi, dan kini diselesaikan dalam kepenuhan akhir ”. Pada Selasa malam, 28 Januari 1908, Pater Josef Freinademetz menghembuskan napasnya yang terakhir di tanah misi Tiongkok. Seorang rekan misionarisnya, Pater Stenz, menulis kepada Pater Arnold Janssen sebagai berikut: “ Josef tabah selama dia sakit. Dia tidak meninggal, tetapi menyerahkan diri kepada Allah. Tempatnya tidak dapat diisi oleh siapa pun .” Dalam Arnoldus Nota ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pater 'Niko' dan Ibu Loreta In Memoriam Nicholas Joseph Strawn, SVD (1) Sepatutnya kita menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga Pater Niko Strawn, di Cedar Rapids, Iowa, Amerika Serikat. Keluarga ini dan rumah mereka telah menjadi rumah formasi misioner untuk P. Nicholas Strawn. Khusus tentang hal ini, saya hendak menekankan hubungan yang mengagumkan antara Pater Niko dan Loreta Bauer, ibunya. Ibu Lorreta berpulang pada tahun 1999 pada usia 96 tahun di Cedar Rapids, Iowa, Amerika Serikat. Kini, di rumah Tuhan, Pater Niko bersua lagi dengan ibu yang melahirkan dan membesarkannya. Ibu Lorreta telah menanamkan benih iman, harapan, dan kasih Injili. Surat-surat Pater Niko memperlihatkan kedekatan dan cinta yang mendalam kepada keluarganya, khususnya kepada ibunya. Baginya, keluarga adalah anugerah yang sangat berharga, yang harus dikasihi dan diperhatikan sepanjang perjalanan hidup. Satu hal yang paling membahagiakan ketika berlibur adalah b...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Selamat Jalan Pater Hendrik Kerans Saudara kita Hendrikus Lawe Kerans berpulang pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Larantuka. Ia l ahir di Waibalun pada 30 Desember 1969. Ia masuk SD di Waibalun tahun 1983, SMP Seminari Hokeng 1986, SMA Seminari Hokeng 1990. Sesudahnya, ia masuk Novisiat SVD Nenuk pada tahun yang sama. Hendrik mengikuti program OTP ( Overseas Training Program /CTP ( Cross-Cultural Training Program ) di Jepang pada 1996-1998. Untuk itu, selama setahun ia mengikuti kursus bahasa Inggris di Los BaƱos, Filipina. Hendrik mengikrarkan kaul kekal pada 15 Agustus 2000 dan ditahbiskan sebagai imam pada 10 Maret 2001 di Jepang. Ia kemudian menjadi misionaris di Jepang. Sesudah menyelesaikan studi Sastra Indonesia di UGM, Yogyakarta, Hendrik kembali ke Ende pada 2007. Dia mendapat kepercayaan untuk bekerja di Penerbit Nusa Indah, Ende. Dari profil formasi dasar dan pendidikannya, kita tahu bahwa Hendrik mempunyai banyak bakat yang dapat digunakan untuk ...