Foto: Bersama Ko Dedy, dkk. 
Tim yang mengantar kami dengan speed-boat
dari Pulau Teor ke pelabuahan Kesui

Catatan Visitasi (5) 
Pater Eman Embu SVD 
Para Rekan Kerja, Penderma, 
dan Sahabat SVD


Kerker, Kamis 9, Oktober 2025. Banyak umat mengantar kami ke Pantai. Pada pukul 09.55 kami meninggalkan Kerker, singgah di Pelabuhan Pulau Kesui, di Pelabuhan Gorom, Pelabuhan Geser, dan akan tiba besok pagi di Bula, ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur.

Tadi malam Ko Dedy, nama lengkapnya Didimus Veerman, mengundang kami untuk makan malam di rumahnya di Rumoi, sekitar satu kilometer jaraknya dari pastoran.

“Besok saya antar Pater ke Pelabuhan Kesui; pakai speedboat saya; ukurannya lebih besar, mesinya 40 PK. Speedboat yang antar Pater dari Karlomin ke Rumalusi hari Minggu lalu itu terlalu kecil,” kata Ko Dedy sesudah makan malam.

Ko Dedy adalah bendahara Paroki Teor. Selain itu, ia adalah bendahara Panitia Pembangunan Gereja. Keluarga Ko Dedy adalah salah satu dari jumlah kecil keluarga Tionghoa yang tinggal membaur dengan masyarakat asli di Pulau Teor. Pada masa kecilnya, ia tinggal di Kampung Sumelan, Pulau Kesui. Sebelum kerusuhan antaragama Ambon tahun 1999/2000, ia tinggal di Rumalusi, Pulau Teor.

Selain Ko Dedy, Bapa Alo Rahayaan (Ketua DPP) dan beberapa orang muda menghantar Pius Lawe dan saya ke Pelabuhan Kesui. “Pater speedboat yang tadi kita gunakan sudah berjasa. Usianya sudah lebih dari 10 tahun. Tempo hari kami selalu gunakan untuk antar jemput Pater Bosco, Kesui–Teor,” kata Ko Dedy di ruang tunggu Pelabuhan Kesui.

Kelompok umat dari Teor tersebut tidak langsung pulang, mereka menunggu hingga kapal yang akan kami tumpangi dari Kesui ke Bula tiba. Mereka membantu mengantar barang-barang bawaan kami ke dalam kapal; masih sempat ngobrol dan foto bersama sebelum mereka kembali ke Teor.

***

Menyambut hari puncak Yubileum 150 tahun SVD, 8 September 2025, Pater Superior Jenderal, Anselmo Ricardo Ribeiro menulis Sirkuler khusus untuk para penderma, rekan kerja, dan sahabat-sahabat SVD.

“Karya Misi Steyl sangat terbantu oleh para Mitra Awam yang mendukung Serikat Sabda Allah. Sejak awal banyak perempuan dan laki-laki awam yang dengan penuh dedikasi memberikan dukungan penting baik dari segi finansial maupun tenaga. Josef Althoff adalah pelayan awam pertama, sederhana dan saleh yang menjaga keteraturan rumah. Setelah itu menyusul, Josef Stute, seorang ahli tipografi yang menjadi asisten penting bagi Pater Arnold. Pada akhir tahun 1881, terdapat 60 pekerja awam di Steyl. Pater Arnold berniat untuk mendirikan sebuah “Ordo Ketiga SVD” karena menyadari pentingnya mitra awam. Pada perayaan 150 Tahun ini, kita juga merayakan bersama kalian semua: Para penderma, mitra awam, dan rekan kerja dalam karya misioner kita. Tanpa kehadiran kalian, upaya kita untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup ribuan orang, khususnya mereka yang paling rentan, akan menjadi sangat sulit, dan mungkin tidak akan terwujud,” kata Pater Jenderal.

Dalam menjalankan karya misi, kita tidak pernah bekerja sendirian. Selalu saja ada rekan kerja, penderma, dan sahabat-sahabat yang dengan ikhlas-hati dan penuh pengorbanan bekerja bersama kita.

Untuk Paroki Karlomin dan Teor, ada keluarga-keluarga yang memastikan bahwa para misionaris Sabda Allah, Bosco Legho, Frans Funan, Very Binsansi, Konrad Pati, dan Frans Uta yang tinggal sendirian di tempat yang sulit dan terisolasi tidak kekurangan makanan.

Selalu saja ada guru-guru agama, para katekis, guru-guru honor, para pegawai pemerintah dan orang-orang muda yang bekerja bersama para samasaudara kita. Mereka mempunyai rasa memiliki terhadap stasi-stasi misi dan paroki di mana  mereka berada. Mereka menjadi bagian dari hidup dan karya dari para konfrater kita.

Tentu saja, ada para driver atau umat seperti Ko Dedy yang memastikan bahwa penyeberangan antarpulau bagi misionaris-misionaris kita yang bekerja di pulau-pulau terpencil di Kabupaten Seram Bagian Timur aman dan terjamin. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai hati untuk para misionaris; hati untuk misi.

***

Dalam visitasi di Distrik SVD Amboina pada hari-hari ini, dalam perjumpaan dengan kelompok-kelompok rasul awam atau dalam percakapan-percakapan pribadi saya selalu memberi apresiasi terhadap peran kaum awam dan mendoakan mereka.

Tanpa mereka karya misi yang kita jalankan dan Serikat kita sudah pasti – sangat miskin – tidak berkembang seperti sekarang ini. Tuhan memanggil mereka, Tuhan bekerja dalam diri mereka dalam keseharian dan sering dalam hal-hal yang sangat rutin dan sangat biasa.*** 


Popular posts from this blog