Foto: Bersama Pater Pius Lawe, 
di Pelabuhan Kesui

Pater Eman Embu SVD
Catatan Visitasi (2):
Misionaris Sabda Allah 
di Pulau Kesui



Dulu, stasi-stasi misi di Pulau Kesui, Teor, Geser, dan Gorom adalah bagian dari Paroki Masohi, satu-satunya paroki di Pulau Seram dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Yohanes Lobi SVD adalah misionaris Sabda Allah pertama yang berkarya di Paroki ini. Ia berangkat dari Ende menuju Masohi pada 11 Februari 1993, untuk menjadi pastor paroki menggatikan Pater Gerardus Esserey MSC.

Sebelumnya, sesekali misonaris Sabda Allah yang sudah bekerja di Paroki Poka di kota Ambon datang melayani umat di stasi-stasi paroki ini, termasuk ke pulau-pulau.

Nun jauh sebelumnya, misionaris Jesuit, Pater Cornelis Le Cocq d’Armandville, telah datang menanamkan benih Injil di pulau-pulau kecil ini. Untuk mengenangkan dia, pada tahun 1993, sebagai peringatan 100 tahun kehadiran Gereja di Pulau Kesui, umat paroki meletakkan patungnya di depan Gereja, dengan tulisan: In Memoriam Pater Cornelis Le Cocq d’Armandville, Misionaris Perintis Kepulauan Watubela, Tahun 1893-1894.

Karena letaknya yang jauh, di hamparan laut Banda, praktis dalam setahun umat dilayani oleh para misionaris hanya pada bulan Oktober dan November di mana cuaca umumnya baik.  Selebihnya, rasul-rasul awam yang bertanggung jawab untuk melayani umat.

Sekarang ini, Karlomin dan Wunin adalah dua stasi misi yang membentuk Paroki Karlomin. Dua stasi ini berada di Pulau Kesui yang terletak di sebelah timur Pulau Seram. Sebelum terbentuknya Kuasi Paroki Teor (2023), stasi Rumalusi dan Kerker yang terletak di Pulau Teor adalah bagian dari wilayah Paroki Karlomin.

Karena tidak ada lagi umat Katolik di Bula (dulu), ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur, dan Gereja telah dihancurkan, maka pasca kerusuan Ambon 1999-2000, pusat pelayanan dimulai oleh Pater Bosco Legho ke Karlomin. Sepuluh tahun Bosco melayani stasi Karlomin yang kemudian menjadi paroki. Kemudian, Bosco digantikan oleh Pater Frans Funan, dan Pater Frans Uta menggantikan Frans Funan pada 2023.

Umat mengenang Frans Funan sebagai pastor yang dekat dengan  mereka. Sering ia mengunjungi umat dari rumah ke rumah. Dalam kunjungan tersebut dia juga mendoakan orang-orang sakit.

Feri Binsasi sekarang sedang bertugas di Paroki Koli Sagu, Adonara. Umat di Pulau Kesui, secara khusus, mengenangnya sebagai misionaris yang meluputkan mereka dari kekejaman kerusuhan antaragama Ambon. Dalam kerja sama dengan berbagai pihak, dua kali Feri yang pada waktu itu berkarya di Masohi, datang dengan kapal untuk mengungsikan umat Katolik di Pulau Kesui ke Tual, di Kepulauan Kei. Ia juga adalah misionaris yang mewajibkan pasangan di Karlomin yang akan menerima berkat nikah untuk menanam paling kurang 100 pohon pala atau cengkeh.

“Pater, beginilah keadaan di Karlomin. Saya menjalankan tugas-tugas yang dipercayakan oleh Serikat. Dulu saya menjalankan Tahun Orientasi Pastoral di Masohi. Waktu itu saya juga datang ke sini. Keadaan dulu jauh lebih sulit, sekarang sudah lebih baik. Mulai tahun lalu listrik nyala 24 jam. Sekarang sudah ada signal HP walaupun hilang-muncul; pada masa Pater Bosco dulu, mereka harus mendaki ke gunung agar dapat signal HP. Pada bulan-bulan ombak tinggi saya tidak keluar pulau, tinggal bersama umat di sini,” kata Pater Frans Uta bersemangat.

Ketika tiba di Karlomin pada Kamis sore (2 Oktober), dan memasuki Gereja Paroki dan Pastoran yang didirikan oleh umat dan Pater Bosco, saya langsung mengirim pesan WhatsApp kepada Bosco  bahwa saya ada di Karlomin.

“Selamat malam Eman. Luar biasa bahwa Eman bisa sampai di Karlomin. Saya 10 tahun di situ dan sudah sangat menyatu dengan umat Karlomin, Wunin, Rumalusi, dan Kerker. Saya  sangat sedih ketika harus meninggalkan mereka karena sakit. Salam hangat untuk mereka semua,” jawab Bosco.

Sabtu 4 Oktober, bersama umat di Stasi Karlomin, Frans Uta, Pius Lawe, dan saya merayakan Misa Syukur kehadiran misionaris Sabda Allah di Pulau Kesui dan Yubileum 150 tahun kelahiran SVD.

Injil yang dipilih untuk Misa Syukur hari ini adalah bagian akhir Injil Matius yang memuat perintah agung dari Yesus yang bangkit kepada murid-murid-Nya untuk pergi ke seluruh dunia dan mewartakan Sabda Allah.

Dalam Misa Syukur pada Pesta Peringatan St. Fransiskus dari Asisi tersebut,  kami secara khusus mendoakan 14 imam baru SVD yang ditahbiskan di Ledalero dan Nenuk hari ini.

“Mewartakan Injil adalah perbuatan kasih yang pertama dan terpenting dari kasih kepada sesama,” kata St. Arnold Janssen.

Semoga di manapun kita berada, apa pun tugas yang dipercayakan Kongregasi kepada kita, hendaknya selalu disadari bahwa kita adalah misionaris Sabda Allah.***


Popular posts from this blog