Pekuburan Misi, Biara St. Konradus
Ende 2 November 2025 
(Foto: Yosef Meda SVD)

Mendoakan para Konfrater 
yang Meninggal

Eman Embu, SVD

Minggu 2 November 2025. Pada hari Pengenangan Arwah Semua Umat Beriman ini, sore tadi, komunitas St. Yosef Ende, berkumpul di Pekuburan Biara St. Konradus untuk mendoakan para samasaudara kita. Sebelumnya, pada Jumat 24 Oktober anggota komunitas St. Yosef, ‘kerja-bakti’ membersihkan pekuburan tersebut.

Saya yakin pada hari ini kita secara pribadi dan sebagai komunitas mendoakan orang-orang yang kita cintai yang telah berpulang; pasti bahwa kita mendoakan konfrater kita yang telah berpulang; mereka telah membaktikan diri untuk misi.

Melalui doa-doa dan misa, kita memelihara ikatan antara kita yang hidup dan mereka yang telah meninggal. Melalui doa-doa itu, kita menyadari bahwa kita disatukan dalam satu komunitas misioner yang dimulai oleh St. Arnold Janssen. Melalui doa-doa itu kita mengungkapkan iman kita kepada Allah; kita percaya kepada kebangkitan badan dan kehidupan kekal.

***
Pater Arnold Janssen dan SVD memberikan perhatian khusus bagi samasaudara yang meninggal. Dan bagaimana Serikat kita memberi tempat yang sangat khusus bagi  konfrater yang berpulang dapat dibaca pada catatan sejarahwan SVD, Fr. Andrzej Miotk, berikut ini (Arnoldus Nota, November 2013):

Sejak awal, Pater Arnold Janssen memutuskan bahwa SVD mempunyai pemakaman sendiri di Steyl. Pada 26 Maret 1889, SVD pertama, Bruder Antonius, nama aslinya, Josephus Thissen, 1861–1889, dimakamkan di pemakaman baru di Steyl, bersama dengan 15 samasaudara lainnya. Pemakaman lainnya segera didirikan di Rumah Misi SVD di Nysa (1896), di St. Gabriel (1903), dan di St. Wendel (1920). 

Pada tahun-tahun awal di Steyl, ketika seorang samasaudara meninggal, lonceng biara langsung dibunyikan. Para samasaudara kemudian pergi ke kapela untuk mendengar pengumuman resmi mengenai meninggalnya seorang samasaudara. Sesudah itu, mereka berdoa untuk peristirahatan kekal jiwanya.

Hingga tahun 1885, setiap imam SVD diharuskan merayakan Misa Kudus bagi seorang samasaudara yang telah meninggal, segera setelah menerima berita wafatnya. Namun, karena jumlah anggota yang terus meningkat, Serikat telah mengubah kebiasaan tersebut.

Setelah tahun 1900, semua provinsi memberitahukan Generalat jika ada samasaudara yang meninggal. Dengannya, diatur perayaan 15 Misa di Steyl bagi jiwanya.  Sementara 15 Misa lainnya dirayakan di provinsi samasaudara tersebut bekerja. Konstitusi SVD tahun 1891 menetapkan bahwa 30 Misa akan dipersembahkan untuk samasaudara yang telah meninggal. Praktik ini berlangsung hingga tahun 1944.

Pada tahun 1917, sebuah praktik diperkenalkan yang kemudian menjadi tradisi SVD, yaitu mencantumkan nama samasaudara yang meninggal dalam Ordo Divini Offici. Nama-nama tersebut dibacakan dan didoakan pada saat makan malam atau selama Misa komunitas. Saat ini, Ordo hanya mencantumkan nama samasaudara yang telah meninggal dalam 30 tahun terakhir.

***


Pekuburan Misi, BSK Ende
Minggu 2 November 2025 
(Foto: Yosef Meda SVD)

Sejalan dengan warisan Serikat kita yang sangat istimewa yang sudah disebutkan di atas, semoga kita tidak lupa, tetapi selalu setia mendoakan konfrater kita pada hari kematiannya. Untuk hal ini, tiap tahun Serikat menerbitkan Ordo Divini Offici.  Nama-nama mereka ada dalam buku tersebut.

Sebagai satu komunitas misioner yang dimulai oleh St. Arnold Janssen, semoga kita selalu mempunyai hati dan meluangkan waktu untuk hadir dan bersama-sama merayakan Ekaristi pada hari pemakaman konfrater; dan hadir pada hari-hari doa untuk mereka.

Akhirnya, pada Minggu 2 November ini, Perayaan Iman Pengenangan Arwah Semua Umat Beriman, saya ingin mengingatkan kita tentang apa yang tertera dalam direktorium 2, Konstitusi SVD, No. 416: Komunitas setempat merayakan Misa untuk samasaudara yang meninggal sebagaimana ditetapkan oleh peraturan-peraturan Serikat dan mengenangkan dia secara khusus pada hari ulang yang pertama dari kematiannya.*** 


Popular posts from this blog