Para samasaudara yang baik,
Pada awal tahun 2026 ini, saya
mengingatkan kita akan salah satu rekomendasi Kapitel Provinsi 2021 tentang penggalangan dana untuk rumah-rumah formasi kita: “Mulai tahun 2022, tiap
samasaudara yang berkaul kekal mencari sekurang-kurangnya 5 donatur yang
memberi sumbangan secara tetap tiap bulan minimal Rp 10,000,” (Rekomendasi
Nomor 1.a.).
Sejumlah samasaudara sudah dan akan
terus menjalankan rekomendasi Kapitel Provinsi itu. Tarekat menyampaikan banyak terima
kasih kepada mereka. Semoga perbuatan baik ini terus ditingkatkan serta dilanjutkan.
“Dan kamu saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat baik,” (2 Tes 3: 13).
Namun harus disampaikan dengan terus
terang, dan dalam keprihatinan yang mendalam, bahwa memasuki tahun kelima sejak
rekomendasi itu dikeluarkan tahun 2022, banyak samasaudara di provinsi kita belum
terlibat dalam penggalangan derma, seraya mengajukan aneka alasan pembenaran. Dan untuk sebagian yang sudah terlibat, data-data tentang penderma belumlah lengkap.
Kita semua pernah melalui masa formasi
dasar dan menyadari betapa besar biaya yang dibutuhkan untuk menopang
rumah-rumah formasi kita. Kita pun tahu bahwa dari sanalah kita menerima begitu
banyak rahmat Tuhan—melalui Tarekat, melalui rumah-rumah formasi itu sendiri.
Melibatkan umat dalam penggalangan derma
untuk rumah formasi adalah suatu bentuk animasi misi yang sangat konkret yang
menegaskan tentang tanggung jawab dan partisipasi umat dalam persiapan calon
misionaris.
Karena itu, apapun alasan yang mungkin
selama ini menghambat, saya dengan rendah hati mengajak dan mengetuk hati
samasaudara untuk ikut ambil bagian
dalam penggalangan derma demi keberlangsungan rumah-rumah formasi kita.
***
Untuk menggalang derma bagi
rumah-rumah formasi, tidaklah cukup jika kita hanya mengumpulkan data para
penderma lalu mengirimkannya ke Kantor Ekonom Seminari Ledalero dan berkata, “Sudah,
tugas saya selesai.” Belum! Itu sudah baik, tapi barulah langkah awal!
Sejatinya, penggalangan derma adalah
tentang membangun relasi – fundraising is friends-raising. Karena itu,
setiap samasaudara hendaknya mendoakan para penderma dalam misa harian dan menghubungi mereka pada hari ulang tahun
kelahiran atau ulang tahun perkawinan. Rektor dan Ekonom Seminari Ledalero juga
akan mengkoordinasi kontak dan doa untuk para penderma. Komunitas di mana kita
berada pun mendoakan mereka.
Dengan kemudahan komunikasi via internet
dan media sosial seperti sekarang ini, akan sangat baik jika pada hari Minggu
samasaudara menyapa tiap penderma. Demikian juga pada hari-hari raya seperti
Natal, Tahun Baru, dan Paskah, samasaudara mendoakan mereka serta menyampaikan
ucapan selamat. Untuk kepentingan ini, Rektor dan Ekonom Ledalero akan
menyiapkan kartu ucapan selamat pada hari raya dan tiap kita mengirimnya kepada
penderma kita masing-masing.
Ketika ada perayaan seperti
kaul kekal, tahbisan diakon, atau tahbisan imam, konfrater dapat
menginformasikannya kepada para penderma. Tautan berita atau foto-foto dari
perayaan tersebut juga bisa dibagikan kepada mereka.
Teruskan kepada tiap penderma nomor
rekening Seminari Ledalero. Jika ada penderma yang mentransfer dermanya, maka
sampaikan ucapan terima kasih melalui pesan WhatsApp atau Anda meneleponnya.
Pembicaraan telepon lebih personal dari pesan WhatsApp; karena itu sangat
dianjurkan. Ingatlah bahwa terima kasih yang mengalir dari hati melampaui sopan
santun sosial; itu adalah sikap batin dan doa syukur dalam rumusan singkat.
Lalu, mintalah bukti transfer dari penderma Anda, kemudian teruskan bukti itu
ke Kantor Ekonom Seminari Ledalero.
Semuanya itu tidak akan terasa
memberatkan bila dilakukan dengan hati seorang religius dan misionaris yang
sungguh menghayati panggilannya. Tak salah jika dikatakan bahwa fundraising
must be fun. Karena itu, dengan rasa bahagia dan syukur, gunakanlah ponsel,
waktu, dan terutama hati Anda demi kepentingan rumah-rumah formasi—lembaga yang
telah membentuk, menempa, dan memperkaya hidup Anda hingga menjadi pribadi
seperti sekarang ini.
Untuk itu, setiap samasaudara perlu
memiliki data lengkap para penderma: Nama lengkap, nama lengkap suami/istri, nomor
WhatsApp, tanggal ulang tahun kelahiran, serta ulang tahun perkawinan, dan
alamat. Anda mesti menyimpan data-data tersebut, karena Anda akan mengontak mereka. Selain itu, data-data tersebut dikirim ke kantor
Ekonom Seminari Ledalero dan kepada pimpinan komunitas di mana Anda berada.
***
Jika ada penderma yang tidak bersedia
memberikan nomor WhatsApp atau data pribadi lainnya, maka hargailah sikap dan
pilihan itu. Hak dan privasi penderma wajib dijaga sepenuhnya.
Namun, dari 10 penderma, mungkin hanya
satu atau dua orang yang enggan membagikan informasi tersebut. Jelaskan dengan
baik, bahwa permintaan nomor WhatsApp dan beberapa data itu semata-mata agar mereka
bisa dikontak dan didoakan pada hari-hari bahagia mereka. Hanya untuk itu! Dalam
dunia yang bising dan sesak dengan seribu satu informasi, pastikan bahwa kita
tidak menjejali penderma dengan informasi sampah yang mengganggu.
Rumah-rumah formasi kita tiap tahun secara
tetap membutuhkan biaya. Karena itu, dengan penuh komitmen dan dalam rasa sukacita,
kita mencari para penderma yang bukan hanya sekali atau dua kali memberikan
derma, tetapi secara tetap memberikan derma setiap tahun.
Pada lingkaran pertama, penderma kita
adalah anggota keluarga kita sendiri: Saudara-saudari, keponakan, sepupu, paman,
tanta, dst. De facto, ada orangtua kandung konfrater kita yang menjadi
penderma rumah formasi kita. Lalu, pada lingkaran berikutnya adalah para
sahabat dan kenalan serta para rekan kerja kita. Mereka adalah orang-orang yang
paling mudah kita jangkau dan kepada mereka kita secara tetap dan tak jemu-jemunya
membuat animasi misi.
Hakekat dari derma adalah
kesukarelaan. Kita tidak pernah boleh membuat aturan dan mewajibkan orang di
paroki-paroki yang kita layani atau orang-orang di unit-unit kerja kita untuk
memberikan derma. Ihwal derma formasi ini, satu-satunya kewajiban kita adalah secara
terus-menerus melakukan animasi misi agar umat karena kesadaran misionernya dengan
ikhlas memberikan derma.
***
Perlu diingat, bahwa dalam prakteknya,
seseorang memberi derma karena adanya ikatan pribadi tertentu—entah ikatan
keluarga, relasi kerja – atau ada pengalaman pribadi khusus dalam hidupnya.
Intinya, urusan derma formasi ini
adalah urusan relasi, urusan rasa, dan urusan hati; urusan-urusan itu tak tergantikan. Artinya, relasi dan komunikasi pribadi dengan penderma sama sekali tidak bisa
didelegasikan kepada orang lain. Relasi-relasi pribadi itu harus dijaga dan
dirawat dengan berbagai cara. Kita tahu
bahwa bila hati tersapa oleh relasi yang jujur dan murni, lahirlah keikhlasan
untuk memberi tanpa pamrih di sanubari.
Akhirnya, ketika kita menggalang
derma, sesungguhnya yang kita hidupi adalah tanggung jawab panggilan kita
sebagai religius dan misionaris. Ada catur-lapis tanggung jawab yang saling
terkait: kepada Allah, yang dalam nama-Nya kita mengetuk hati sesama; kepada
Gereja dan Tarekat yang kita wakili; kepada umat yang kita layani; dan pada
akhirnya kepada para penderma, yang kita sambut sebagai mitra sejati dalam
karya kerasulan dan misioner kita (Handbook for Superiors SVD,
Bagian E, 3.2).