Yesus yang bangkit 
adalah SABDA ALLAH yang hidup

Saya menyampaikan selamat merayakan Paskah dan terima kasih kepada semua sahabat misi SVD (Societas Verbi Divini/Serikat Sabda Allah), khususnya para penderma untuk pendidikan calon misionaris dan imam di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero dan Biara St. Konradus, Ende.

Semoga para penderma misi seperti dua murid dalam perjalanan ke Emaus (Luk 24: 13-35) yang mengalami transformasi hidup setelah bertemu dengan Yesus yang bangkit.

Murid-murid mendengarkan Sabda dengan mata iman, membaca dan menafsir Kitab Suci dalam terang pengalaman akan Yesus yang bangkit. “Tolle et lege!” – Ambillah dan bacalah Kitab Suci! – adalah perintah untuk kita semua, tanpa kecuali.

Murid-murid itu mengenal dan mengalami Sang Sabda ketika roti Ekaristi dipecahkan dan dibagi-bagikan, suatu tanda pemberian diri yang utuh kepada Allah dan sesama. Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (bdk. Yoh 15: 13). Ini adalah maklumat tentang hakikat kasih yang melampaui diri sendiri; takaran tertinggi adalah pemberian dan kehilangan diri.  

Dan sebagai manusia baru, murid-murid kembali dari Emaus ke Yerusalem untuk memberikan kesaksian. Sebab pertemuan dan pengalaman yang sejati akan Allah adalah pengalaman yang misioner, yang tidak bisa tidak harus diwartakan. Murid-murid itu bukan lagi orang-orang yang kecewa dan putus asa dengan apa yang telah terjadi, tetapi murid-murid yang sudah bertemu dengan Yesus, Sabda Allah yang hidup yang memenuhi mereka dengan sukacita Injili.  

Singkatnya, ketika kita merayakan misteri Paskah, hendaknya perayaan suci ini selalu menyadarkan kita bahwa hidup dan karya para penderma misi dan para sahabat kenalan SVD berakar pada Sabda Allah yang hidup.


Popular posts from this blog