“Kali ini merupakan retret dengan jumlah peserta terbanyak sejak saya menangani Rumah Retret Kemah Tabor. Biasanya peserta hanya sekitar 40-an orang,” ungkap Pater Patris Pa, SVD.
Pada tahun 2026, berdasarkan data yang tercatat di Kemah Tabor, jumlah peserta
retret gelombang pertama mencapai 60 orang, sedangkan gelombang kedua yang
mendaftar ada 54 orang, tetapi yang datang hanya 40 orang. Jadi, ada konfrater
yang membatalkan kehadirannya, walaupun sudah mendaftarkan namanya.
Kita patut bersyukur karena jumlah samasaudara yang mengikuti retret
tahunan meningkat. Sejak tahun lalu, kita saling mengingatkan tentang
pentingnya retret tahunan sebagai bagian integral dari hidup religius dan
misioner kita.
Rektor rumah dan Superior Distrik terus memberikan animasi dan dorongan
agar anggota-anggota komunitasnya ambil bagian dalam retret tahunan. Dalam
surat-surat pribadi Provinsial kepada para konfrater, salah satu hal yang
selalu diingatkan ialah pentingnya mengikuti retret tahunan. Ajakan serupa juga
disampaikan melalui Grup WhatsApp Provinsi.
Tentu saja, kita memahami adanya alasan-alasan serius yang membuat beberapa
konfrater tidak dapat mengikuti retret tahunan bersama. Namun demikian, sambil
menerima alasan-alasan tersebut, pimpinan provinsi tetap mengingatkan agar para
samasaudara yang berhalangan dapat menyediakan waktu untuk menjalankan retret
pribadi.
***
Dalam Konstitusi Serikat No. 409.2 ditegaskan: “Retret tahunan diadakan
sekurang-kurangnya selama lima hari penuh. Pada upacara penutupan, kita
membarui kaul-kaul kita.”
Retret merupakan kesempatan istimewa untuk tinggal bersama Tuhan sendiri.
Retret membantu seorang misionaris melihat kembali bahwa inti hidup religius
bukan pertama-tama pekerjaan, melainkan persatuan dengan Allah. Retret adalah
kesempatan untuk memperbarui komitmen kita sebagai misionaris dan religius.
Dalam suasana hening dan doa, setiap konfrater diajak untuk dengan jujur
melihat kembali hidup dan karya misioner yang dijalaninya. Bersama para
konfrater lainnya, kita menimba rahmat dan kekuatan baru dari Tuhan sendiri.
***
Tiga hal patut ditambahkan. Pertama, untuk kita di Provinsi IDE,
retret adalah satu-satunya kesempatan kita untuk hadir tanpa diwakili. Dalam
Kapitel Provinsi hanya para kapitularis yang hadir. Dalam Musyarawah Provinsi
hanya utusan-utusan yang hadir. Karena itu, retret tahunan adalah kesempatan
untuk bertemu dan merayakan persaudaraan kita.
Hal ini menjadi penting dan urgen lantaran kita adalah provinsi dengan jumlah anggota terbanyak dalam Serikat. Kalau provinsi atau regio lain anggotanya hanya bisa saja di bawah 50 atau 60 orang, provinsi kita mempunyai anggota yang berkaul kekal lebih dari 200 orang.
Kedua, dalam retret tahunan kali ini, konfrater kita Lukas Jua
memberikan renungan-renungan dengan dasar biblis yang kokoh, yang menjadikannya
sangat cocok untuk para misionaris Sabda Allah.
Lebih dari itu, aplikasi dan contoh-contoh praktis merujuk pada karisma
misioner kita, kerohanian pendiri kita, sejarah Serikat kita, dan hidup serta
karya dari para misionaris perintis di wilayah kita. Semuanya, ini membantu
kita untuk semakin meneguhkan identitas kita dan kerohanian kita sebagai
Serikat Sabda Allah.
Ketiga, di provinsi IDE, kita mengatur retret tahunan secara
bergantian antara retret yang diatur oleh provinsi dan retret yang diatur oleh
komunitas dan kelompok kaul/tahbisan.
Dalam Musyawarah Provinsi atau dalam Kapitel Provinsi tahun depan, kita
akan mengevaluasi lagi pelaksanaan retret tahunan yang diatur oleh komunitas
atau kelompok angkatan kaul/tahbisan, dll. Alasannya, cukup banyak samasaudara
yang tidak menjalankan retret tahunan.
Akhirnya, kita mendoakan dan menyampaikan terima kasih kepada samasaudara kita, Pater Lukas Jua, sebagai pendamping retret tahunan 2026, baik untuk gelombang pertama maupun gelombang kedua. Kehadirannya, keteladannya, dan apa yang disampaikannya dalam retret membantu kita memperbarui komitmen kita sebagai misionaris dan religius Sabda Allah. ***
Provinsial SVD Indonesia-Ende (IDE)