Pater 'Niko' dan Ibu Loreta
In Memoriam 
Nicholas Joseph Strawn, SVD (1)

Sepatutnya kita menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga Pater Niko Strawn, di Cedar Rapids, Iowa, Amerika Serikat. Keluarga ini dan rumah mereka telah menjadi rumah formasi misioner untuk P. Nicholas Strawn.

Khusus tentang hal ini, saya hendak menekankan hubungan yang mengagumkan antara Pater Niko dan Loreta Bauer, ibunya.

Ibu Lorreta berpulang pada tahun 1999 pada usia 96 tahun di Cedar Rapids, Iowa, Amerika Serikat. Kini, di rumah Tuhan, Pater Niko bersua lagi dengan ibu yang melahirkan dan membesarkannya. 

Ibu Lorreta telah menanamkan benih iman, harapan, dan kasih Injili.

Surat-surat Pater Niko memperlihatkan kedekatan dan cinta yang mendalam kepada keluarganya, khususnya kepada ibunya. 

Baginya, keluarga adalah anugerah yang sangat berharga, yang harus dikasihi dan diperhatikan sepanjang perjalanan hidup. 

Satu hal yang paling membahagiakan ketika berlibur adalah berada bersama dengan ibunya.

Ketika meminta izin kepada provinsial untuk berlibur pada tahun 1981, Pater Niko menulis, Alasan yang pertama dan utama saya ialah karena mama saya sudah berumur 78 tahun. Baru dua tahun lalu kaki kanan dari ibuku patah pada dua tempat karena ditindih oleh sebuah oto. Waktu itu, bapak dokter mengatakan bahwa harapan tipis dia bisa berjalan kaki lagi. Tetapi rupanya dokter tidak kenal mama saya. Karena nekatnya begitu kuat, sekarang dia sudah bisa berjalan lagi tanpa tongkat. Sesudah kecelakaan itu oto itu, salah seorang pastor kunjungi mama saya lalu tulis dalam suratnya kepada saya bahwa harapan tipis saya akan bertemu dengan dia lagi. Tetapi syukur kepada Tuhan karena Dia masih memelihara ibuku sampai hari ini. Jadi, Pater Provinsial inilah pokok pertama saya ingin bercuti tahun ini.”

Tentu saja, ikatan ibu dan anak telah menjadi sumber kekuatan dan inspirasi untuk imam misionaris ini. Dan ini adalah bukti cinta abadi yang tidak mengenal batas.

Ikatan yang tidak memenjarakan tetapi membebaskannya untuk menjalankan tugas-tugas misioner dalam Serikat. 

Kasih tidak pernah ada untuk dirinya sendiri. Karena itu, ikatan kasih antara ibu dan anak ini, antara Ibu Lorreta dan Niko, adalah ikatan kasih yang mengutus.

Dengan ibunya, Lorreta, Pater Niko berbagi ikatan kasih yang dalam dan abadi. Seiring bertambahnya usia, dia tetap menjadi anak yang berbakti dan penuh perhatian. Ia menunjukkan cinta dan kelembutan yang sama seperti yang dia tunjukkan kepada umatnya di Paroki Lerek dan Boto, di Pulau Lembata.

Kuatnya hubungan mereka menjadi bukti tentang pentingnya kasih ibu meski terpisah oleh jarak yang sangat jauh.

Cedar Rapids, Iowa, Jumat 17 September, 1999. Dari tempat ini, imam misionaris Sabda Allah, Nicholas Strawn SVD, menulis sebagai berikut: “Syukur kepada Tuhan, sekali lagi syukur karena ibuku masih ada dalam keadaan yang baik. Pada waktu saya masuk ke kamarnya di rumah jompo, mama langsung kenal saya. Sampai hari ini Ibu masih dapat urus diri dengan baik, berjalan kaki sampai kamar makan, dan membaca buku. Tambah lagi hobinya ada main kartu”.

Ia melanjutkan, “Pada ulang tahunnya yang ke-96 pada 18 September, saya akan rayakan kurban misa bersama mama dan seluruh keluarga yang dapat hadir. Sesudahnya, kami akan potong kue tart serta menyanyi 'happy birthday'”.

Ya, ia bernyanyi dan terus memuji dan memberkati ibunya di dalam hatinya atas cinta, kebijaksanaan, dan iman yang telah ditanamkan ibunya dalam dirinya. 

Kita dapat mengambil inspirasi dari pesan Alkitab dalam Amsal 31:28: “Anak-anaknya bangun dan menyebutnya berbahagia; pula suaminya memuji dia.”

Pater Niko mengatakan bahwa menghormati dan mencintai ibunya, terutama di masa tuanya, bukan sekadar kewajiban moral; itu adalah tindakan suci yang penuh cinta dan syukur. Seorang ibu layak dan berhak mendapatkan berkah dan perhatian penuh kasih dari anak-anak.

Ia menulis dari Lewoleba pada Selasa, 11 Januari 2000, “Sungguh penting kita menunjukkan kasih sayang kepada orang tua. Akibatnya, sampai sekarang ibuku masih dalam keadaan baik. Baru-baru ini saya menerima surat + Kartu Natal dari Mama. Tulisannya masih jelas dan sungguh kena di hatiku.”

Pater Niko, sama saudara kami yang setia, beristirahatlah dalam damai, requiescat in pace

Bersama Ibu Lorreta, teruslah memadahkan pujian bagi Allah, Sang kasih Abadi. Di hadirat-Nya, bersama Ibu Loreta, doakanlah semua misionaris Serikat Sabda Allah.

© Eman Embu SVD
Provinsial SVD Indonesia-Ende (IDE)

Postingan populer dari blog ini