We are Missionaries 
In Memoriam
Nicholas Joseph Strawn SVD (4)

Kepulangan Pater Nicholas Joseph Strawn adalah pengalaman kehilangan sesudah satu sejarah panjang lebih dari satu abad. 

Tahun 1912, Takhta Suci menyerahkan wilayah misi Kepuluan Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara sekarang) kepada Serikat Sabda Allah.

Pada tahun 1920, Misionaris SVD Bernard Bode, seorang misionaris perintis, tiba di Lembata, ia memulai misi di Lembata di kampung Lamalera. 

Kala itu, seluruh pulau ini adalah satu paroki. Dan satu-satunya pastor adalah Bernard Bode SVD.

Sesudahnya, ada barisan panjang misionaris SVD Eropa dan Amerika yang datang dan melayani di wilayah ini.

Kepulangan Pater Nicholas Joseph Strawn mengakhiri barisan panjang itu. Dia adalah misionaris SVD terakhir dari Eropa dan Amerika yang bekerja di Pulau Lembata.

Pater Niko sendiri sudah mengantisipasi kepulangan dan kehilangan ini. 

Pada 14 Maret 2005, Pater Niko menulis kepada Provinsial SVD Ende, “Sungguh saya rasa kehilangan Pater Eugen Schmitz SVD dan Pater Arnold Dupont SVD, “more and more” setiap hari. Apalagi, saya membayangkan setelah mereka berdua masuk surga, kira-kira mereka bertanya kepada Tuhan: “Kapan Pater Niko akan datang?” Saya berharap Tuhan menjawab: “Sabar dulu.” Boleh dikatakan bahwa semua misionaris asing di sini Lembata, sudah pulang. Tinggal saya sendirian! Saya berdoa agar masih dapat lagi tambahan paling kurang tujuh tahun sampai saya merayakan Pesta Emas Imamatku. Semoga!”

Pengalaman kehilangan lantaran kepulangan ini hendaknya menjadi pengalaman iman yang mengingatkan kita bahwa Gereja pada hakikatnya bersifat misioner. Karena pembaptisan, kita adalah misionaris-misionaris. 

Gereja lokal kita adalah Gereja lokal yang misioner. Gereja yang keluar. Gereja yang diutus. Gereja yang menghidupi kata-kata Kristus, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku...” (Mat. 28:19).

Harus langsung digarisbawahi bahwa menjadi misionaris tidak hanya dalam dimensi geografis yang berurusan dengan wilayah dalam peta, tetapi juga dalam dimensi eksistensial dan dialogal (inter gentes). 

Artinya, menjangkau yang dimiskinkan dan dimarjinalkan; ada bersama dan dalam dialog yang profetik dengan yang lain. 

Sikap dasar dalam relasi dengan yang lain adalah kejujuran, kasih, dan respek. Ada keterbukaan dan kesediaan untuk diubah dan ditobatkan. 

Setiap kita, dalam diri kita, menerima tugas untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah. Karena itu, pengalaman kepulangan dan kehilangan ini menjadi suatu momen penyadaran dan pembaruan iman. 

Kita mensyukuri apa yang telah dilakukan oleh para misionaris kita. Kita dengan sukacita Injili menjalani hidup dan karya kita – dalam bentuk apa pun – sebagai orang yang diutus dengan komitmen misioner yang kokoh.

***

Bapa Uskup Yohanes Hans Monteiro dan saya sepakat bahwa Pater Niko dimakamkan di Lewoleba. 

Sesudahnya, Bapa Uskup langsung menelepon Deken Lewoleba, Romo Blas Kleden, untuk mengatur pemakaman Pater Niko. Dan semuanya diurus oleh pihak keuskupan. 

Pimpinan keuskupan, rekan-rekan imam, dan umat mengalami kehadiran misionernya, mencintai Pater Niko, dan karena itu bersama-sama mengantarnya pulang menghadap Allah. 

Uskup Emeritus, Frans Kopong Kung, juga datang dari Laratuka ke Lewoleba untuk memberikan penghormatan terakhir dan menghantar Pater Niko. 

Ia berpulang saat imam-imam Dekenat Larantuka sedang menjalankan rekoleksi. Karenanya, banyak rekan imam yang mendoakan dia dan hadir dalam Misa pemakamannya. 

Komsos Keuskupan Larantuka membuat live streaming Misa pemakaman tersebut. 

Pater Niko adalah anggota Serikat Sabda Allah. Tapi misionaris Sabda Allah yang total untuk tanah misi Lembata ini tidak hanya milik Serikat, dia adalah milik Gereja Lokal Keuskupan Larantuka, milik umat. 

Akhirnya, atas nama Superior Jenderal, Pater Anselmo Ricardo Ribeiro, dan semua samasadara Provinsi SVD Indonesia-Ende, saya menyampaikan apresiasi, terima kasih, dan selamat jalan kepada saudara kita Pater Nicholas Joseph Strawn SVD. Requiescat in Pace, dalam TUHAN. 

©Eman Embu, SVD
Provinsial SVD Indonesia-Ende (IDE)

Postingan populer dari blog ini