Pater, Dux, et Formator
Proficiat dan terima kasih kita sampaikan kepada Rektor dan Dewan baru. Kendati sudah menanggung banyak tugas, para samasaudara ini – dengan hati misioner – menerima tanggung jawab kepemimpinan rumah formasi.
Kepada Bruder Abraham Teling Tarung dan P. Wilibaldus Gaut, saya mengucapkan selamat datang, selamat bergabung dalam tim kepemimpinan triennium 2026/2029.
Kepada Pater Rektor Yosef Keladu, Pater Puplius Meinrad Buru, Alfons Mana, Bruder Abraham Telling Tarung, dan Pater Wilibaldus Gaut, kita ucapkan, selamat memikul salib kepemimpinan misi dengan sukacita Injili.
Salib adalah bagian dari kehidupan sehari-hari seorang misionaris. Arnold
Janssen menulis 464 surat ke Tiongkok. Ungkapan “In Cruce Salus”
(Keselamatan di Salib) disebutnya tidak hanya sekali. Kadang diperkuat dengan
“Per Crucem ad lucem” (Melalui salib menuju terang).
Tidak setiap tempat di mana orang berkumpul adalah rumah. Terminal, pasar, pelabuhan, atau stadion sepak bola mempertemukan banyak orang, tetapi tidak menjadikan mereka keluarga. Itu sebatas crowd (kerumunan).
Demikian pula, sebuah bangunan yang megah dan lengkap belum tentu menjadi rumah. De facto, banyak orang yang merasa tidak at home tinggal di bangunan-bangunan itu. Mereka merasa tak punya rumah.
Rumah bukan pertama-tama soal bangunan, bukan soal orang berkumpul, melainkan suatu communio, tempat orang saling mengenal, menerima, menghargai, dan merasa dikasihi.
Tentu saja, rumah formasi adalah lebih dari sekadar tempat tinggal, lebih dari sekadar tempat berkumpulnya banyak orang muda, dan bukan sekadar asrama mahasiswa.
Rumah Formasi Ledalero adalah komunitas calon misionaris dan religius Serikat Sabda Allah dibentuk. Mereka saling mengenal dan saling belajar. Belajar dan menghidupi misi sebagai dialog profetik. Mereka mengolah konflik. Mereka mengasihi dan dikasihi oleh Sabda Allah.
Pada makam st. Arnold Janssen, tertulis kata-kata ini: Pater, Dux, et Fundator (Bapa, pemimpin, dan pendiri). Terinspirasi oleh kata-kata itu, kita mendoakan Rektor dan Dewannya, agar mereka sungguh menjadi Pater, Dux, et Formator.
Mereka adalah bapa, pemimpin, dan formator. Rektor dan dewan di suatu rumah formasi untuk misi, adalah formator. Itu prioritas. Sebagai bapa dan pemimpin adalah keharusan.
Yesus membawa kepenuhan keselamatan. Maria selalu menunjuk kepada Yesus. Dalam hal ini, Maria adalah Mater Verbi Dei, Bunda Sabda Allah.
P. Arnold Janssen menghendaki agar putra-putranya, yang menyadari misi, tujuan, dan nama mereka, “Serikat Sabda Allah”, menjadi penunjuk jalan yang mengarahkan orang kepada Yesus.
Terkait dengan hal ini, dalam pesannya pada hari ulang tahun Serikat yang ke-151, Superior Jenderal Anselmo Ribero berbicara tentang 30 menit tiap hari, sebagai waktu hening, untuk mendengar, untuk merefleksikan, untuk berdoa, dan untuk ada bersama Sabda Allah.
Apa yang dikatakan oleh Pater General bukan hal baru untuk kita di Provinsi Ende. Kita telah menetapkannya dalam Kapitel Provinsi.
Hanya mereka yang selalu ada bersama Sabda Allah, yang telah diperkaya, diubah, dan selalu diciptakan kembali oleh Sabda Allah, yang dapat memberikan kesaksian yang meyakinkan tentang Sabda Allah kepada orang lain.
© Pater Eman Embu, SVDProvinsial SVD-IDE (Indonesia-Ende)